|
Nama Penyakit
|
Gejala yang Tampak
|
Penyebab
|
Pencegahan dan Pengobatan
|
|
Flu Burung/ Avian Influenza
|
Kematian mendadak,
pial, jengger dan kaki tampak berwarna biru kemerahan (sianosis), penurunan
aktivitas dan nafsu makan, adanya pembengkakan disekitar wajah, jika bertelur
cangkang telur lunak,
|
Virus High
Pathogenic Avian Influenza tipe H5N1
|
Vaksinasi
|
|
Tetelo/Newcastle diseases
|
Tremor otot, diare
berwarna hijau, tortikolis / anyanen (Bahasa
Jawa), paralisis kaki dan syaraf,
|
Virus dari Famili
Paramyxoviridae
|
Vaksinasi
|
|
SNOT/Infectious Coryza
|
Peradangan pada
rongga hidung, keluar lendir pada hidung, ayam kesulitan bernafas, adanya
pembengkakan di sekitar mata, ada akumulasi massa di sinus infraorbitalis.
Penurunan nafsu makan dan produksi telur menurun
|
Bakteri Haemophilus paragallinarum (Gram -)
|
Vaksinasi,
pengobatan menggunakan antibiotik golongan tetrasiklin,
penicillin,sulfonamida, diaminopirimidin
|
|
Cronic Respiratory disease(CRD)
|
Terlihat ingus
keluar dari hidung dan air mata, sulit bernafas, ngorok, bersin, nafsu makan menurun dan ayam selalu mendekati pemanas brooder.
|
Bakteri Mycoplasma gallisepticum (Gram -)
|
Pencegahan dengan
menjaga sirkulasi udara di kandang, memberikan multivitamin dan sanitasi.
Pengobatan dengan antibiotik golongan makrolida, tetrasiklin, penicillin, sulfonamide, diaminopirimidin
|
|
Fowl cholera/
kolera unggas
|
Menurunnya nafsu
makan, ayam tampak lesu dan ngantuk, suhu tubuh naik 2-3 derajat, terkadang
terdengar suara ngorok saat malam hari
|
Bakteri Pasteurella multocida (Gram -)
|
Pencegahan dengan
menjaga kebersihan kandang, memberantas hama pembawa penyakit seperti tikus
dan lalat dan meningkatkan kekebalan tubuh ayam dengan asupan multivitamin.
Pengobatan dengan antibiotic golongan penicillin, tetrasiklin, aminoglikosida
|
|
Pullorum/ Berak
kapur
|
Kondisi tubuh
menurun, lemah, nafsu makan menurun, adanya diare berwarna putih, sisa feses
menempel pada kloaka(anus)
|
Bakteri Sallmonela spp
|
Menjaga sanitasi
kandang, menjaga lantai kandang tetap kering, melakukan densifeksi pada
lantai kandang sebelum digunakan untuk memelihara kalkun. Pengobatan dengan
antibiotic golongan penicillin, tetrasiklin, aminoglikosida
|
|
Blackhead/
Histomoniasis
|
Nafsu makan
menurun, lesu, wajah terlihat kebiru-biruan, diare berwarna kuning, bobot
badan menurun, kalkun selalu terlihat mengantuk
|
Protozoa Histomonas mellegrindis
|
Pencegahan
pengobatan cacing rutin, tidak meletakkan pakan diatas tanah langsung,
memisahkan pemeliharaan dengan ayam. Pengobatan dengan antibiotik nitarsone, dimetridazole,
|
|
Kecacingan
|
Menurunnya nafsu
makan, kalkun terlihat lemah, lesu dan tubuhnya kurus, kadang di sertai
kepucatan pada wajah.
|
Cacing seperti Ascaris sp, Heterakis sp, dan Raillietina
sp
|
Melakukan
pengobatan cacing secara rutin 1 sampai 2 bulan sekali.
|
|
Coccidiosis/ Berak
darah
|
Kalkun tampak
lemah, sayap terlihat di gantung, bulu mengelepai dan saat berak terlihat
adanya darah dan bersifat encer.
|
Protozoa seperti Eimeria sp
|
Pencegahan dapat
di lakukan dengan menjaga kebersihan alas kandang. Pengobatan dapat
menggunakan coccidiostat
|
Penyakit
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar