![]() |
| sumber https:Flinkstootherblogs.wordpress.com |
Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli,
pertemua tersebut akan menghasilkan kesepakatan transaksi berupa pertukaran
uang dengan barang yang diinginkan. Kejadian tersebut juga terjadi di pasar
hewan. Kali ini kita akan membahas khususnya seputar pasar unggas. Pasar unggas
yaitu pasar hewan yang mayoritas yang diperdagangkan adalah jenis unggas,
seperti burung kicau, ayam aduan, ayam hias, kalkun, dan bahkan saat ini
dijumpai juga penjual reptil. Jika kita ingin membeli kalkun di pasar unggas,
maka perlu mempertimbangkan beberapa aspek seperti kesehatan, kualitas hewan
dan harga.
Pertemuan
beberapa unggas yang berasal dari tempat yang berbeda-beda di dalam pasar
unggas tentunya akan sangat beresiko jika ditinjau dari aspek kesehatan unggas.
Unggas yang masuk dipasar unggas dapat membawa berbagai penyakit yang tidak
tampak secara fisik. Hal tersebut dapat di perburuk dengan sanitasi di pasar
unggas yang kurang kebersihannya. Beberapa penyakit unggas yang dapat menular
di pasar unggas meliputi Avian influenza(AI)/
flu burung, Newcastle Diseases(ND)/tetelo,
korisa, Cronic Respiratory Diseases (CRD)
dan lain lain. Selain itu parasit
seperti tungau dapat ditularkan dengan mudah dalam kondisi tersebut. Berdasarkan
pengalaman yang saya peroleh, kalkun yang dibeli di pasar unggas sering mati
ketika beberapa hari berada di rumah, bahkan unggas yang dipelihara di rumah
juga ikut mati. Oleh karena itu ada beberapa langkah untuk meminimalkan
kejadian tersebut, diantaranya mengkarantina kalkun yang dibeli dari pasar
unggas selam 3–5 hari, memandikan kalkun dengan cairang yang mengandung
antiseptik dan memberi asupan vitamin seperti vitamin C dan B kompeks. Akan
lebih baik lagi jika kalkun tersebut di vaksin.
Kalkun-kalkun
yang berada di pasar berasal dari tempat-tempat yang jauh, kalkun-kalkun
tersebut tentunya di bawa dengan kendaraan, hal tersebut akan mengurangi
kualitas kalkun, karena kalkun merupakan hewan yang mudah stress. Selain itu,
seorang pembeli kalkun harus tau kisaran umur kalkun yang dia akan beli. Tidak
jarang penjual sering menambah atau mengurangi usia kalkun tersebut. Saat ada
kalkun usia 1 bulan terkadang penjual mengatakan kalkun tesebut berusia 2-3
bulan, dengan harapan kalkun tersebut memiliki nilai jual yang melambung tinggi
jika di bandingkan saat penjual tersebut
membeli kalkun di peternak. Perlu di waspadai juga peredaran kalkun yang sudah
tidak produktif lagi/ sudah afkir. Banyak peternak yang menjual kalkun-kalkun
afkir ke pedagang-pedagang unggas di pasar. Nah , bahayanya jika anda tertipu
oleh penjual yang mengatakan bahwa kalkun tersebut masih bisa bereproduksi,
padahal aslinya itu kalkun afkir. Kalkun dikatakan afkir dimana produksi
telurnya sudah menurun drastis bahkan sudah tidak mau bertelur lagi, keadaan
nafsu makannya juga sudah menurun. Adanya pedagang yang jujur tentu akan sangat
membantu pembeli kalkun di pasar yang sebagian besar adalah pemula-pemula yang
ingin memelihara kalkun.
Harga-harga
kalkun dipasar unggas tentu lebih tinggi di banding dengan harga kalkun di
peternak. Banyak pedagang yang membeli kalkun murah dari peternak dan
menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Hal tersebut tentu akan merugikan
pihak pembeli dan peternak. Adanya standar harga yang jelas untuk kalkun tentu
akan menguntungkan peternak, pembeli dan pedagang. Cermat memilih kalkun di
pasar unggas merupakan saran untuk para calon pembeli dan nasehat untuk
pedagang supaya tercipta perdagangan kalkun yang barokah dan saling
menguntungkan. Bagi pembeli kalkun alangkah baiknya mempelajari kalkun sebelum
membeli dan bisa datang langsung ke peternak-peternak kalkun. Belajar sebelum
membeli. KALKUNKU2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar