Rabu, 04 November 2015

Cara Memilih Kalkun Di Pasar Hewan

sumber https:Flinkstootherblogs.wordpress.com
           Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, pertemua tersebut akan menghasilkan kesepakatan transaksi berupa pertukaran uang dengan barang yang diinginkan. Kejadian tersebut juga terjadi di pasar hewan. Kali ini kita akan membahas khususnya seputar pasar unggas. Pasar unggas yaitu pasar hewan yang mayoritas yang diperdagangkan adalah jenis unggas, seperti burung kicau, ayam aduan, ayam hias, kalkun, dan bahkan saat ini dijumpai juga penjual reptil. Jika kita ingin membeli kalkun di pasar unggas, maka perlu mempertimbangkan beberapa aspek seperti kesehatan, kualitas hewan dan harga.
            Pertemuan beberapa unggas yang berasal dari tempat yang berbeda-beda di dalam pasar unggas tentunya akan sangat beresiko jika ditinjau dari aspek kesehatan unggas. Unggas yang masuk dipasar unggas dapat membawa berbagai penyakit yang tidak tampak secara fisik. Hal tersebut dapat di perburuk dengan sanitasi di pasar unggas yang kurang kebersihannya. Beberapa penyakit unggas yang dapat menular di pasar unggas meliputi Avian influenza(AI)/ flu burung, Newcastle Diseases(ND)/tetelo, korisa, Cronic Respiratory Diseases (CRD) dan lain lain. Selain itu  parasit seperti tungau dapat ditularkan dengan mudah dalam kondisi tersebut. Berdasarkan pengalaman yang saya peroleh, kalkun yang dibeli di pasar unggas sering mati ketika beberapa hari berada di rumah, bahkan unggas yang dipelihara di rumah juga ikut mati. Oleh karena itu ada beberapa langkah untuk meminimalkan kejadian tersebut, diantaranya mengkarantina kalkun yang dibeli dari pasar unggas selam 3–5 hari, memandikan kalkun dengan cairang yang mengandung antiseptik dan memberi asupan vitamin seperti vitamin C dan B kompeks. Akan lebih baik lagi jika kalkun tersebut di vaksin.
            Kalkun-kalkun yang berada di pasar berasal dari tempat-tempat yang jauh, kalkun-kalkun tersebut tentunya di bawa dengan kendaraan, hal tersebut akan mengurangi kualitas kalkun, karena kalkun merupakan hewan yang mudah stress. Selain itu, seorang pembeli kalkun harus tau kisaran umur kalkun yang dia akan beli. Tidak jarang penjual sering menambah atau mengurangi usia kalkun tersebut. Saat ada kalkun usia 1 bulan terkadang penjual mengatakan kalkun tesebut berusia 2-3 bulan, dengan harapan kalkun tersebut memiliki nilai jual yang melambung tinggi  jika di bandingkan saat penjual tersebut membeli kalkun di peternak. Perlu di waspadai juga peredaran kalkun yang sudah tidak produktif lagi/ sudah afkir. Banyak peternak yang menjual kalkun-kalkun afkir ke pedagang-pedagang unggas di pasar. Nah , bahayanya jika anda tertipu oleh penjual yang mengatakan bahwa kalkun tersebut masih bisa bereproduksi, padahal aslinya itu kalkun afkir. Kalkun dikatakan afkir dimana produksi telurnya sudah menurun drastis bahkan sudah tidak mau bertelur lagi, keadaan nafsu makannya juga sudah menurun. Adanya pedagang yang jujur tentu akan sangat membantu pembeli kalkun di pasar yang sebagian besar adalah pemula-pemula yang ingin memelihara kalkun.
            Harga-harga kalkun dipasar unggas tentu lebih tinggi di banding dengan harga kalkun di peternak. Banyak pedagang yang membeli kalkun murah dari peternak dan menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Hal tersebut tentu akan merugikan pihak pembeli dan peternak. Adanya standar harga yang jelas untuk kalkun tentu akan menguntungkan peternak, pembeli dan pedagang. Cermat memilih kalkun di pasar unggas merupakan saran untuk para calon pembeli dan nasehat untuk pedagang supaya tercipta perdagangan kalkun yang barokah dan saling menguntungkan. Bagi pembeli kalkun alangkah baiknya mempelajari kalkun sebelum membeli dan bisa datang langsung ke peternak-peternak kalkun. Belajar sebelum membeli. KALKUNKU2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar