Kalkun merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki
kebiasaan unik. Ada beberapa kebiasaan yang tidak dimiliki oleh unggas lain.
Pengetahuan tentang sifat/kebiasaan kalkun akan membantu memudahkan memelihara
kalkun.
1. Responsif terhadap bahaya.
Kalkun merupakan unggas yang sangat
reaktif terhadap sesuatu keadaan yang membahayakan dirinya. Kalkun memiliki
suara yang khas saat hewan ini berada pada keadaan tersebut. Ketika kalkun saya
sedang makan, saat itu ada elang yang terbang di atas kandang, padahal jaraknya
masih sangat jauh, tapi kalkun mulai merespon dengan melihat keberadaan elang
tersebut hingga elang tersebut pergi dan melanjutkan makan kembali.
2. Kebiasaan bersih
Kalkun adalah salah satu unggas yang
menyukai kebersihan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi kesehatan kakun
yang sangat rentan jika berada pada lingkungan yang tidak bersih. Kalkun sangat
mudah sekali terkena parasit, yaitu cacing.
3. Perkembangbiakan
Satu ekor kalkun jantan dapat
digunakan untuk mengawini 5–10 ekor kalkun betina. Akan tetapi, kadang juga di
jumpai kalkun jantan yang hanya mau pada satu betina (Monogami). Kalkun
biasanya mulai kawin saat pagi dan sore hari. Kalkun akan bertelur selam 5
bulan, setelah itu bulu rontok(Molting)
selama 3 bulan dan kembali bertelur dengan waktu yang lebih pendek. Kalkun
masih dapat berproduksi dengan baik sampai umur 3.5 tahun. Telur kalkun akan
menetas setelah dierami selama 28 hari.
4. Bertengger
Kalkun memiliki kebiasaan untuk
bertengger. Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh kalkun betina dan kadang juga
dilakukan oleh kalkun jantan. Ketika malam hari kalkun juga sering bertengger
saat tidur. Oleh karena itu perlu di berikan tempat untuk bertengger. Kalkun
betina mudah untuk terbang di banding kalkun jantan.
5. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
Kalkun merupakan unggas ynag sangat
peka terhadap keadaan sekitarnya. Salah satu sifat yang dimiliki adalah rasa
ingin tahu. Hal tersebut dapat di lihat dari kebiasaan kalkun yang sering
mematuk-matuk pada benda yang aneh menurut dia. Selain itu saat tempat pakan
pun di ganti dengan warna berbeda, maka saat itu juga kalkun akan berhenti
makan dan melihat mengelilingi tempat makan tersebut hingga dia dapat
memastikan bahwa ini adalah tempat pakan baru dan aman untuk dia.
6. Sosial
Kalkun marupakan hewan yang hidup
berkelompok. Meskipun kadang terjadi persaingan antar jantan ataupun persaingan
sesama betina, hal itu tidak akan berlangsung lama. Kalkun yang kalah dalam
persaingan tetap berada pada kelompok yang sama. Berbeda dengan ayam jika ada
pejantan yang kalah , maka pejantan tersebut akan di kejar hingga menjauhi
kelompoknya.
7.
Territorial
Kalkun merupakan hewan yang memiliki
wilayah territorial tertentu, jika dalam kelompok kalkun di masukan kalkun baru
makan kalkun kalkun yang ada dalam kelompok tersebut akan mngusir kalkun baru
tersebut. Cara mudah untuk meminimalkan kejadian tersebut adalah sebelum
menjadikan satu kalkun baru dengan kelompok kalkun yang sudah ada, maka kalkun
baru harus di kandangkan bersebelahan dengan kelompok kalkun yang sudah ada. Baru
setelah 4–5 hari kalkun baru dapat di masukkan kedalam kelompok tersebut.
KALKUNKU2015
KALKUNKU2015

