Rabu, 18 November 2015

Sifat kebiasanya kalkun


Kalkun merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki kebiasaan unik. Ada beberapa kebiasaan yang tidak dimiliki oleh unggas lain. Pengetahuan tentang sifat/kebiasaan kalkun akan membantu memudahkan memelihara kalkun.
1.      Responsif terhadap bahaya.
Kalkun merupakan unggas yang sangat reaktif terhadap sesuatu keadaan yang membahayakan dirinya. Kalkun memiliki suara yang khas saat hewan ini berada pada keadaan tersebut. Ketika kalkun saya sedang makan, saat itu ada elang yang terbang di atas kandang, padahal jaraknya masih sangat jauh, tapi kalkun mulai merespon dengan melihat keberadaan elang tersebut hingga elang tersebut pergi dan melanjutkan makan kembali.
2.      Kebiasaan bersih
Kalkun adalah salah satu unggas yang menyukai kebersihan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi kesehatan kakun yang sangat rentan jika berada pada lingkungan yang tidak bersih. Kalkun sangat mudah sekali terkena parasit, yaitu cacing.
3.      Perkembangbiakan
Satu ekor kalkun jantan dapat digunakan untuk mengawini 5–10 ekor kalkun betina. Akan tetapi, kadang juga di jumpai kalkun jantan yang hanya mau pada satu betina (Monogami). Kalkun biasanya mulai kawin saat pagi dan sore hari. Kalkun akan bertelur selam 5 bulan, setelah itu bulu rontok(Molting) selama 3 bulan dan kembali bertelur dengan waktu yang lebih pendek. Kalkun masih dapat berproduksi dengan baik sampai umur 3.5 tahun. Telur kalkun akan menetas setelah dierami selama 28 hari.
4.      Bertengger
Kalkun memiliki kebiasaan untuk bertengger. Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh kalkun betina dan kadang juga dilakukan oleh kalkun jantan. Ketika malam hari kalkun juga sering bertengger saat tidur. Oleh karena itu perlu di berikan tempat untuk bertengger. Kalkun betina mudah untuk terbang di banding kalkun jantan.
5.      Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
Kalkun merupakan unggas ynag sangat peka terhadap keadaan sekitarnya. Salah satu sifat yang dimiliki adalah rasa ingin tahu. Hal tersebut dapat di lihat dari kebiasaan kalkun yang sering mematuk-matuk pada benda yang aneh menurut dia. Selain itu saat tempat pakan pun di ganti dengan warna berbeda, maka saat itu juga kalkun akan berhenti makan dan melihat mengelilingi tempat makan tersebut hingga dia dapat memastikan bahwa ini adalah tempat pakan baru dan aman untuk dia.
6.      Sosial
Kalkun marupakan hewan yang hidup berkelompok. Meskipun kadang terjadi persaingan antar jantan ataupun persaingan sesama betina, hal itu tidak akan berlangsung lama. Kalkun yang kalah dalam persaingan tetap berada pada kelompok yang sama. Berbeda dengan ayam jika ada pejantan yang kalah , maka pejantan tersebut akan di kejar hingga menjauhi kelompoknya.
7.      Territorial
Kalkun merupakan hewan yang memiliki wilayah territorial tertentu, jika dalam kelompok kalkun di masukan kalkun baru makan kalkun kalkun yang ada dalam kelompok tersebut akan mngusir kalkun baru tersebut. Cara mudah untuk meminimalkan kejadian tersebut adalah sebelum menjadikan satu kalkun baru dengan kelompok kalkun yang sudah ada, maka kalkun baru harus di kandangkan bersebelahan dengan kelompok kalkun yang sudah ada. Baru setelah 4–5 hari kalkun baru dapat di masukkan kedalam kelompok tersebut.
                                                                                                                        KALKUNKU2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar