Rabu, 04 November 2015

Tentang Kalkun



sumber https:/www.politicalgarbagechute.com
Kalkun merupakan salah satu jenis unggas yang dimanfaatkan sebagai penghasil daging. Hewan ini ditemukan pertama kali di Amerika. Awalnya kalkun yang ada saat ini merupakan hasil domestikasi dari jenis kalkun liar (Wild Turkey). Dalam Bahasa Inggris kalkun dikenal dengan “Turkey”, asal mula kata “Turkey” disebabkan oleh orang eropa yang salah mengenali kalkun sebagai burung asal Afrika Numida meleagris yang juga dikenal sebagai “ayam turki” karena hewan tersebut diimpor dari eropa tengah melalui Turki. Kalkun yang berada di Indonesia saat ini diduga dibawa oleh orang-orang Belanda yang saat itu sedang menjajah Indonesia. Istilah kalkun dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda yaitu, “Kalkoen”.
Kalkun merupakan unggas yang digemari untuk dikonsumsi oleh orang-orang Eropa dan Amerika. Bahkan kalkun menjadi hidangan utama dalam perayaan Thanksgiving (bahasa Indonesia: Hari pengucapan syukur) di Amerika serikat, sehingga Tanksgiving juga dikenal sebagai Hari Kalkun. Di Amerika Serikat Thanksgiving jatuh pada hari kamis keempat di bulan November. Pada perayaan Thanksgiving kebayakan masyarakat Amerika menyajikan kalkun panggang di meja makan mereka.
Di Indonesia sendiri perkembangan peternakan kalkun di kalangan masyarakat sudah mulai terlihat. Hampir di beberapa daerah saat ini dapat jumpai peternakan kalkun dalam skala rumahan(jumlah puluhan kalkun) maupun skala menengan( jumlah ratusan kalkun). Akan tetapi, dalam pemanfaatannya masyarakat Indonesia kebanyakan masih menganggap kalkun sebagai unggas hias. Hal tersebut dapat dilihat dari presepsi masyarakat yang menilai harga kalkun berdasarkan warna bulunya. Saat ini jenis kalkun yang memiliki harga tinggi yaitu Bourboun (coklat), Black Spanish (Hitam), Royal palm, dan White Hollan (Putih). Wajar saja jika masyarakat menilai dari bulu, apalagi pada kalkun jantan pada keempat jenis tersebut sangat terlihat indah. Bahkan saat ini ada saja konsumen yang membeli bulu kalkun untuk hiasan. Kalkun memiliki daging yang lezat pada tubuhnya. Daging kalkun memiliki perbedaan khas jika di bandingkan dengan ayam. Oleh karena itu , daging kalkun sangat disukai oleh masyarakat barat. Mungkin suatu saat masyarakat Indonesia akan menyukai daging kalkun, kita tunggu saja.  KALKUNKU2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar