Kalkun merupakan unggas yang
sering di konsumsi oleh masyarakat barat, seperti Eropa dan Amerika. Masyarakat
eropa dam amerika memiliki tradisi mengonsumsi daging kalkun pada hari-hari
besar keagamaan dan kenegaraan. Seperti konsumsi kalkun saat natal dan saat
perayaan thanksgiving yang terjadi di
Amerika. Unggas ini memiliki kelebihan jika di bandingkan dengan unggas lain,
sehinga penyajian kalkun yang termasuk unggas istimewa hanya pada perayaan
tertentu. Akan tetapi, saat ini konsumsi kalkun di luar negeri sudah tidak
hanya di makan saat hari-hari besar saja , tetapi pada hari biasa banyak restoran
yang sudah menyajikan hidangan ini. Masyarakat barat memilih kalkun karena
kalkun memiliki tekstur daging yang lembut, kandungan protein tinggi dan
rendahnya kandungan lemak. Kandungan lemak yang redah pada daging kalkun
menjadikan kalkun sebagai unggas yang baik di konsumsi oleh seluruh kalangan dari
usia muda hingga tua.
Kandungan
baik pada tubuh kalkun belum banyak di ketahui oleh masyarakat Indonesia. Hal
tersebut terjadi karena sebagian msyarakat Indonesia masih menganngap kalkun
sebagai unggas hias, padahal jika di konsumsi manfaatnya akan baik terhadap
tubuh. Saat ini belum banyak terdapat kuliner olahan dari daging kalkun yang
tersedia di seluruh kota di Indonesia. Tentu hal tersebut membuka peluang untuk
mendirikan kulinet-kuliner kalkun diseluruh kota di Indonesia.
Saat ini
persediaan kalkun lokal sudah mulai banyak. Kalkun-kalkun tersebut merupakan jenis
kalkun konsumsi yang siap untuk di potong. Kalkun lokal memiliki ukuran tubuh
3-7kg. kalkun lokal memiliki citarasa yang lebih gurih di banding kalkun
broiler/kalkun impor. Ukuran tubuh kalkun yang besar cocok digunakan sebagai
makanan besar bersama keluarga. Jika ingin di konsumsi oleh keluarga kecil maka
ukuran kalkun 3 kg sudah cukup dan untuk acara besar dapat menggunakan kalkun
dengan ukuran di atas 5 kg. Kagiatan budidaya kalkun telah dilakukan oleh
peternakan My Turkey yang berada di
dusun Santren desa Jagung kecamata Pagu kabupaten Kediri yang memiliki banyak
persediaan kalkun siap konsumsi. Peternakan ini sejak pertama kali didirikan
memang fokus untuk mengembangbiakkan kalkun untuk konsumsi. Peternakan ini
membuka kerja sama terhadap pihak yang ingin mendirikan olahan makalan dari
daging kalkun.
Jika
persediaan kalkun siap potong sudah ada, maka dibutuhkan pihak yang memiliki
keahlian dalam mengolah daging kalkun menjadi masakan yang lezat dan memiliki
nilai gizi yang tinggi. Masyarakat sendiri banyak yang penasaran terhadap
olahan daging kalkun, sehingga di pastikan peminat daging kalkun akan mengalami
lonjakan untuk kedepannya. Tekstur serat daging yang halus dan kandungan
protein yang tinggi membuat masyarakat merasa lebih aman untuk mengonsumsi
daging kalkun dibandingkan dengan unggas lain. Hal tesebut dikarenakan
masyarakat Indonesia memiliki ke kwatiran dalam mengonsumsi daging unggas yang
memiliki nilai kholesterol yang tinggi, seperti daging itik dan burung dara.
Peluang masyarakat memilih kuliner daging kalkun sungguh menjanjikan. Hal
tesebut didukung dengan rasa penasaran yang tinggi masyarakat terhadap daging
kalkun, kebosanan masyarakat mengonsumsi daging ayam dan itik, serta
meningkatnya taraf hidup msayarakat yang meyebabkan masyarakat memilih makanan
lezat, bergizi dan menyehatkan. Selamat mencoba
My
Turkey 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar